SDN 111 Bakung Jaya Belum Terima MBG, Orang Tua Murid Pertanyakan Mekanisme Penyaluran
Jambi – Marahtulis.Com || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto ternyata belum dirasakan seluruh sekolah di Kota Jambi. Hingga pertengahan Juni 2026, siswa di SD Negeri 111 Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, dilaporkan belum menerima manfaat program tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari kalangan orang tua murid dan masyarakat terkait mekanisme penyaluran program yang digadang-gadang akan menjangkau seluruh peserta didik secara bertahap di Indonesia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak sekolah telah beberapa kali menerima kunjungan petugas pendataan MBG. Data siswa telah dikumpulkan dan proses administrasi disebut telah berjalan, termasuk pembuatan akun pada sistem pendataan resmi program.
Namun, hingga kini bantuan makanan bergizi yang ditunggu-tunggu belum juga disalurkan kepada para siswa.
"Pendataan sudah dilakukan, data siswa juga sudah lengkap. Bahkan akun sistemnya sudah dibuat. Tetapi sampai sekarang anak-anak belum menerima program tersebut," ujar salah seorang sumber di lingkungan sekolah yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Situasi tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan orang tua siswa. Mereka mempertanyakan alasan SDN 111 Bakung Jaya belum masuk dalam daftar sekolah penerima, sementara sejumlah sekolah lain di wilayah Kota Jambi telah lebih dahulu menikmati program MBG.
Sejumlah warga berharap adanya penjelasan terbuka dari pihak terkait agar tidak menimbulkan spekulasi maupun dugaan adanya ketidaksamaan perlakuan dalam penyaluran program.
Masyarakat meminta Badan Gizi Nasional (BGN) bersama instansi terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi MBG di wilayah Kota Jambi, termasuk memastikan seluruh sekolah yang telah terdata memperoleh hak yang sama sesuai ketentuan program.
Menurut warga, transparansi sangat penting agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan awal, yakni memberikan akses makanan bergizi kepada seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
"Yang kami harapkan sederhana, ada kepastian dan kejelasan. Jika memang ada kendala teknis, sampaikan secara terbuka. Jangan sampai sekolah yang sudah didata justru terus menunggu tanpa informasi yang jelas," kata salah seorang wali murid.
Program MBG sendiri ditargetkan pemerintah untuk menjangkau seluruh peserta didik secara bertahap hingga tahun 2029. Karena itu, masyarakat berharap proses penyaluran di daerah dapat berjalan merata, transparan, dan tepat sasaran sehingga tidak menimbulkan kesenjangan antar sekolah penerima manfaat. (Sonia Benzola)



Tidak ada komentar