Selaku Korlap Dari Tiga Kampung Bakung Ilir, Udik Dan Bakung Rahayu, Aan Pariska Kembali Datangi Kantor ATR/BPN Tuba
Tulang Bawang - Marahtulis.Com || Selaku Perwakilan dari masyarakat tiga kampung yaitu Kampung Bakung Ilir. Bakung Udik dan Bakung Rahayu ( Korlap, Aan Pariska ) kembali Mendatangi kantor pertanahan ATR BPN Kabupaten Tulang Bawang pada hari Rabu tanggal 4 Februari 2026.
Tujuan kedatanganya, untuk menanyakan kapan diadakannya kegiatan Konferensi Pers dalam rangka untuk pembahasan kegiatan ukur ulang lahan rawa Sempayou Bonoh milik masyarakat Adat dari tiga kampung Bakung Ilir, Bakung Udik, dan Bakung Rahayu yang dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2026 yang lalu.
Seperti yang disampaikan oleh kepala BPN Kabupaten Tulang Bawang, Bapak Amin Marzuki yaitu hasil kegiatan tersebut dari pengukuran ulang, dan Voting lahan rawa Sempayou Bonoh milik masyarakat Adat dari tiga kampung Bakung yang di claim oleh perusahaan PT SGC dan ILP akan di buka dengan pihak kepolisian di bidang Kasat Intel Kapolres Tulang Bawang.
Dikarenakan apapun hasil dari ukur ulang tersebut, koordinator lapangan. ( Aan pariska ) juga menyampaikan akan segera menyusun kembali rencana Kepada seluruh masyarakat dari tiga kampung Bakung Ilir. Bakung udik. Dan Bakung Rahayu.
Menurutnya pemerintahan Kabupaten Tulang Bawang tidak mampu untuk menyelesaikan konflik masyarakat dengan perusahaan PT SGC dan ILP, terkait masalah lahan rawa Sempayou Bonoh milik, masyarakat adat yang diclaim dan di rampas secara paksa oleh perusahaan PT SGC dan ILP tersebut. Maka dari itu kami masyarakat dari 3 Kampung akan kembali menduduki lahan apapun resikonya akan kami hadapi walaupun nyawa kami taruh nya di karenakan tanah tersebut adalah titipan dari nenek moyang kami dan tanah tersebut akan kami jadikan kampung.
Disini ( Aan pariska ) selaku perwakilan dari masyarakat 3 Kampung Bakung Ilir Bakung udik dan Bakung Rahayu menegaskan kepada kepala kantor ATR/BPN Tulang Bawang, dan juga saya selaku koordinator lapangan siap mempertaruhkan nyawa saya karena perjuangan ini tidak akan pernah mundur sampai kapanpun karena ini sudah menjadi tekad saya walaupun saya mati dalam berjuang yang penting masyarakat dari 3 kampung bisa untuk menikmati dan mengelola lahan tersebut. Tegasnya.
Editor : (Tim/Red)



Tidak ada komentar